Ekspor Indonesia Tumbuh 12% pada Kuartal II 2026, Didorong Sektor Manufaktur
Kinerja ekspor Indonesia menunjukkan tren positif pada Kuartal II 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh membaiknya permintaan global terhadap produk manufaktur nasional, mulai dari otomotif, elektronik, tekstil, hingga produk kimia.
Kementerian Perdagangan menyebutkan bahwa pertumbuhan ekspor merupakan hasil dari meningkatnya daya saing industri dalam negeri, diversifikasi pasar ekspor, serta berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung kemudahan investasi dan peningkatan kapasitas produksi. Selain itu, pemanfaatan berbagai perjanjian perdagangan internasional turut membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha nasional.
Sektor manufaktur menjadi penyumbang terbesar terhadap peningkatan nilai ekspor sepanjang semester pertama 2026. Sejumlah kawasan industri di berbagai daerah juga mencatat peningkatan produksi sebagai respons terhadap tingginya permintaan dari pasar Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Kondisi ini turut berdampak pada meningkatnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri pengolahan.
Kalangan ekonom menilai tren positif tersebut menjadi sinyal bahwa struktur ekspor Indonesia mulai bergeser ke arah produk bernilai tambah yang lebih tinggi. Ketergantungan terhadap ekspor komoditas mentah secara bertahap mulai berkurang seiring berkembangnya industri hilirisasi di berbagai sektor strategis.
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekspor akan terus terjaga hingga akhir tahun dengan memperkuat diplomasi perdagangan, meningkatkan kualitas produk nasional, serta memperluas akses pasar internasional. Momentum ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
